Makam Raden Panji Kamzah Sang Pujangga Carita Lasem, yang Kian Terlupakan dan tak Terawat

Carita (Sejarah) Lasem, sebuah kitab yang berisi cerita-cerita sejarah tentang Lasem di masa kerajaan hingga masa kolonial, dilengkapi dengan keterangan tahun peristiwa dan setting tempat yang rinci. Kitab Carita Lasem atau biasa disebut CSL, merupakan kitab yang pada akhirnya dipadukan dengan Kitab Badra Santi sehingga fungsinya menjadi Kitab Pembuka pada Kitab Badra Santi karangan Tumenggung Wilwatikta Mpu Santi Badra. Kitab CSL dan Badra Santi sangat populer di kalangan masyarakat Lasem khususnya para sejarawan, pecinta sejarah, dan kaum Buddhis di eks-Karesidenan Pati.

di batu nisan Raden Panji Kamzah terpahat tulisan "RADEN PANJI KAMZAH penulis Sejarah Lasem" dan keterangan tahunnya "th 1805 wf 1900" dengan tanda panah bertuliskan "Buyut Putri" mengarah ke makam di sebelah timurnya.

Kondisi Makam Raden Panji Kamzah di Kompleks Pemakaman Umum, Dukuh Sambong, Desa Dorokandang, Lasem

Kitab CSL digubah oleh seorang pujangga Lasem trah bangsawan Lasem yang lahir pada tahun 1805 dan wafat pada tahun 1900. Beliau adalah Raden Panji Kamzah, keturunan trah Panji Lasem. Leluhur beliau juga mendapat gelar Raden Panji di depan namanya, seperti Raden Panji Sasongko, Raden Panji Margono, dan Raden Panji Witono. Dalam 95 tahun beliau meniti kehidupan di mayapada, karyanya yang digubah tahun 1858 berjudul Carita (Sejarah) Lasem menjadi sebuah karya yang fenomenal hingga sekarang. Setiap sejarawan dan pecinta sejarah Lasem seakan-akan tak lengkap hidupnya jika tidak mengetahui cerita-cerita yang ada di Kitab CSL bahkan sangat direkomendasikan untuk memilikinya.

Namun, ketenaran dan posisi penting karyanya bagi daerah Lasem dan sekitarnya karena sedemikian detilnya sejarah yang beliau tulis tak menaruh respon positif bagi masyarakat Lasem khususnya, kepada diri beliau bahkan hingga batu nisan tertancap kokoh di makam Raden Panji Kamzah. Hanya nisan bertuliskan “RADEN PANJI KAMZAH penulis Sejarah Lasem” disertai keterangan tahun “th 1805 wf 1900”. Andaikan tidak tertulis semacam itu, bisa dipastikan tak ada orang yang tahu siapa sebenarnya beliau bahkan orang tak akan tahu tentang makam beliau.

Makam Raden Panji Kamzah terletak di Kompleks Pemakaman Umum, Dukuh Sambong, Desa Dorokandang, Lasem. Letaknya kompleks pemakaman tak jauh dari Punden Mbah Buyut atau Makam Raden Panji Margono, pahlawan yang sangat disegani di Lasem dan dibuatkan rupang beliau dengan pakaian adat Jawa, di Kelenteng Gie Yong Bio, Babagan Lasem. Jika melewati SMP N 1 Lasem, ambil jalan ke selatan ke arah Dukuh Sambong, tepat di antara semak belukar di sebelah kanan (barat) jalan tembus antara Jalan Pantura (Depan SMP N 1 Lasem) menuju Dukuh Sambong Desa Dorokandang, terdapat Kompleks Pemakaman Umum yang tidak terlalu luas. Ketika melewati jalan menuju makam, kita akan disambut sebuah makam dengan nisan berbentuk persegi panjang dipagai tumpukan batu bata merah di sebelah kiri jalan tanah, tepat di sebelah selatan bangunan keranda.

di batu nisan Raden Panji Kamzah terpahat tulisan "RADEN PANJI KAMZAH penulis Sejarah Lasem" dan keterangan tahunnya "th 1805 wf 1900" dengan tanda panah bertuliskan "Buyut Putri" mengarah ke makam di sebelah timurnya.

di batu nisan Raden Panji Kamzah terpahat tulisan “RADEN PANJI KAMZAH penulis Sejarah Lasem” dan keterangan tahunnya “th 1805 wf 1900” dengan tanda panah bertuliskan “Buyut Putri” mengarah ke makam di sebelah timurnya.

Kondisi makam yang tak terawat dan sangat memprihatinkan, membuat siapa pun yang melihatnya tak dapat menduga bahwa itu adalah makam seorang pujangga besar berdarah bangsawan Lasem yang karyanya sangat melegenda. Bahkan, seandainya Raden Panji Karsono (yang melengkapi Kitab CSL) tidak mencantumkan letak makam Raden Panji Kamzah di daftar situs bersejarah di Lasem (pada halaman terakhir), pasti masyarakat dan penikmat sejarah Lasem tidak mengetahui makam beliau. Kemungkinan terburuknya, orang tidak mengetahui Raden Panji Kamzah itu siapa dan apakah beliau benar-benar ada? Atau hanya orang asing yang memakai nama samaran “Raden Panji Kamzah”, kemudian mengarang kitab dan status dirinya menjadi pujangga yang misterius? Dugaan-dugaan bisa saja terjadi.

Kurang terawatnya fisik makam Raden Panji Kamzah dan minimnya masyarakat yang tahu tentang letak makam beliau, merupakan poin penting yang harus diselesaikan. Permasalahan ini tidak hanya ditujukan kepada masyarakat Sambong atau Dorokandang, namun sudah masuk menjadi masalah bagi masyarakat Lasem dan bangsa Indonesia. Karena tidak akan ada sejarah Indonesia jika tidak ada sejarah-sejarah daerah dan Raden Panji Kamzah-lah Sang Penulis Carita Sejarah Lasem!

Masyarakat perlu bergegas, merubah pola pikir mereka, dan mengingat tentang jasa leluhurnya yang menorehkan darah ataupun tinta merajut aksara demi mempertahankan harga diri bangsanya yang kian terdesak oleh serangan meriam serta berjuta hasutan. Begitu juga dengan Raden Panji Kamzah. Seorang pujangga yang seakan hidup hanya untuk menorehkan kisah mengenai kebenaran sejarah leluhurnya dan mematahkan kisah melenceng yang disebar penjajah untuk memecah belah rakyat. Dengan rajutan aksaranya, karya beliau mampu membuat Lasem bangkit kembali seperti sekarang, kota yang penuh toleransi, bersatunya semua etnis, dan merangkak menjadi masyarakat yang siap berdiri di atas tanah mulia, tanah yang dahulu menjadi pusat peradaban besar.

Ketika Wringin Mandhira mulai merimbun dan Tunjung Teratai mulai bersemi, maka Merak, Kijang dan Banteng akan berteduh dan melantunkan puja-puji kepada Yang Mahasuci. Salam Begja-Rahayu.

Keterangan:

Foto, adalah dokumentasi pribadi penulis menggunakan ponsel Andromax C1 2MPx. Diambil pada hari Sabtu Wage, 17 Oktober 2015.

Iklan

Tentang gilangsuryas

ndang nuliso sak urunge nulis iku dilarang!
Pos ini dipublikasikan di Heritage, Sejarah Lasem, Situs Pusaka Lasem, Tokoh Lasem dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s