Coretan untuk Nelayan

Tak paham dengan yang kau lakukan.
Setiap hari kau hanya menjaring air.
Ah apa yang kau lakukan?
Kau hidupi keluargamu hanya dengan menjaring air?
Bahkan jaringmu pun tlah usang.
Kau pun hanya menunggang seonggok kayu rapuh.
Kau buat ceruk di atasnya.
Kau tempatkan jaring usangmu dan tubuh ringkihmu di dalamnya.
Kayuh, dan kayuh.
Nampak bertetes peluh basahi lengan dan dahimu.
Tak takutkah kau bila badai kadang menghadang?
Tak takutkah kau bila ombak tinggi menjulang?
Tak takutkah kau bila ikan ganas menyerang?
Mungkin kau tampak tenang.
Ketika ombak seakan menari.
Ketika camar seakan bernyanyi.
Ketika angin seakan berparti.
Untaian demi untaian jaring usangmu kau tebar.
Ah kau menjaring air lagi?
Tarik, dan tariklah.
Mungkin kau mengharap harta Tuhan yang berceceran di laut sana.
Harta yang tak pasti kau dapatkan.
Berkah yang slalu kau harapkan.
Kau berharap keajaiban Tuhan.
Ketika tak ada ombak yang menari.
Ketika tak ada camar yang bernyanyi.
Ketika tak ada angin yang berparti.
Hanya gejolak dan gelora alam yang perkeruh ladang harapanmu.
Kau tegar.
Kau sabar.
Kau, bahkan tak gentar.

#GSS

Iklan

Tentang gilangsuryas

ndang nuliso sak urunge nulis iku dilarang!
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s