Lumba-lumba terdampar di Pantai Dasun Lasem

Kejadian Lumba-lumba yg terdampar di Pantai Dasun Lasem dan kemudian diselamatkan Nelayan dibantu Dinas Perikanan dan Kelautan Kab.Rrmbang beberapa waktu lalu mengingatkan kita pada 2 kisah Masa Lampau yg tertuang dlm
Kitab Carita (Sêjarah) Lasem oleh Mbah R.Panji Karsono
maupun
Kitab Sejarah Kawitane bla bla bla oleh Mbah Guru.
dalam Kisah CSL, terdapat kisah yg menceritakan ketika Dhang Puhawang Santipuspo (Putra Sulung Mpu Santibadra) mendapat marabahaya di tengah laut & beliau diselamatkan Ikan sejenis lumba-lumba yg disebut Biyung Cucut (yg terbesar) dan yg kecil menyelamatkan pasukannya. Santipuspo kemudian berjanji bahwa ia dan anak cucunya
tidak akan mengganggu apalagi memakan ikan ini sebab beliau berhutang budi.
Sementara dalam Kitab yg dikarang Mbah Guru, dikisahkan bahwa pada masa dulu saat
pendaratan Kie Seng Dhang di Daratan Nusa Kendheng (Pulau dg Gunung Ngargopuro [Lasem] sbg puncak tertingginya) telah hidup
berdampingan antara Jawi (Banteng Betina) dan ikan Lodhan (sejenis Lumba-lumba/Pesut)
di sekitar Teluk Lodhan. Kedua binatang ini akrab dg manusia sampai ketika rombongan ini
membentuk perkampungan, orang-orang Keraga Tanjungputri ini berkata bahwa anak cucu
jangan sampai mengganggu Pesut (Lodhan/sejenis Lumba-lumba) dan Jawi (Banteng Betina) tersebut, apalagi membunuhnya.
Pelajaran penting bagi kita, anak cucu Kie Seng Dhang maupun Dhang Puhawang Santipuspo.
# Begja_Raharja

Iklan

Tentang gilangsuryas

ndang nuliso sak urunge nulis iku dilarang!
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s