Aksara yang Hilang pada Prasasti Batu: Terpupus atau Dipupus?

MAJALAH ARKEOLOGI INDONESIA

Agus Aris Munandar
Departemen Arkeologi FIB UI


I

Prasasti-karangrejoIlustrasi: prasasti batu (Foto: internet)

Masa Jawa Kuno banyak menghasilkan prasasti batu (gopala prasasti) ataupun perunggu (tamra prasasti), prasasti-prasasti tersebut pada umumnya adalah perintah raja yang kemudian dituliskan pada bahan yang awet, sehingga perintah sang raja tidak mudah hilang bersama berlalunya waktu. Prasasti batu ketika pertama dijumpai umumnya diletakkan di tempat-tempat tertentu di tengah hutan, persawahan, lereng gunung, ataupun juga permukiman. Tidaklah diketahui secara pasti, apakah pada awalnya ketika prasasti batu itu pertama kali ditegakkan dan diresmikan dinaungi dengan bangunan permanen. Lain halnya dengan prasasti perunggu yang mudah disimpan dan secara teoritis tidak mudah rusak atau aus hurufnya karena senantiasa dipelihara dan dirawat baik oleh para pemegang prasasti dan anak keturunannya, oleh karena itu banyak prasasti tembaga yang ditemukan masih dalam keadaan relatif baik, hurufnya masih jelas dan mudah terbaca.

Prasasti-prasasti batu bernasib tidak seberuntung prasasti tembaga, telah umum diketahui bahwa banyak…

Lihat pos aslinya 5.614 kata lagi

Iklan

Tentang gilangsuryas

ndang nuliso sak urunge nulis iku dilarang!
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s