Majapahit: Kerajaan Agraris-Maritim Di Nusantara

MAJALAH ARKEOLOGI INDONESIA


Oleh : Agus Aris Munandar
Departemen Arkeologi, FIB UI


Abstrak :

Meskipun Indonesia merupakan kawasan maritim dan agraris namun keterlibatan Indonesia dalam perdagangan internasional berlangsung bertahap beriringan dengan perkembangan dan terbentukanya jaringan pelayaran yang terbentuk secara berantai. Dengan cara ini berbagai pertanian Indonesia secara bertahap menjadi komoditas internasional pada abad XIII, yaitu rempah-rempah. Apalagi setelah berbagai masalah internal masing-masing kerajaan dapat diselesaikan. Aktivitas itu mengalami perkembangan pesat pada abad XIV-XVI, dan mencapai puncaknya pada abad-abad berikutnya hingga mengundangdan melibatkan bangsa-bangsa dari Barat. Sejak itu Indonesia baik secara agraris maupun maritim terlibat dalam jaringan perdagangan internasional secara penuh. Dalam intensitas demikian salah satu instrumen yang sangat diperlukan adalah kapal.

Kata kunci: Indonesia, agraris-maritim, dan perdagangan internasional

Dalam berbagai sumber yang tersedia tentang Majapahit, dapat diketahui bahwa kerajaan tersebut memang merupakan kerajaan yang bertumpu kepada aktivitas pertanian. Banyak prasasti yang membicarakan tentang penetapan sima atau daerah perdikan, yaitu daerah yang dilarang dimasuki…

Lihat pos aslinya 8.144 kata lagi

Iklan

Tentang gilangsuryas

ndang nuliso sak urunge nulis iku dilarang!
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s