Jeritan Sepeda Tua, Antara Sendangasri-KUA

Hening dan sejuk kala itu,

Ketika ‘ku hanya sendiri,

Bersama decitan rantai usang,

Bersama senandung stebor berdebu,

Dan mungkin ‘ku tak sendiri,

Berkawan lolongan pedal reyot,

Berkawan jeritan besi lusuh,

Berkawan jejak ban yang t’lah menipis,

Ketika roda usang meronta,

Memintaku ‘tuk benarkan kemudi,

Jar-jari roda sontak meraung,

Ketika lubang kecil membuat s’pedaku gila,

Berteriak seakan ingin cepat berlalu,

Lewati jalan sepi nan gelap ini,

Jeritan sepeda tua,

Antara Sendangasri-KUA…

 

(Lasem, 03.11.13)

Iklan

Tentang gilangsuryas

ndang nuliso sak urunge nulis iku dilarang!
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s