Singseh dan Ciri Lasem

Gagasan Hukum

Oleh Munawir Aziz

Relasi antara orang Jawa dan Tionghoa di pesisir Jawa menciptakan pola kebudayaan, tradisi, dan ritus agama yang sangat menarik. Hubungan ini muncul sejak kehadiran rombongan orang Tionghoa dari dataran Tiongkok pada kisaran abad ke-12, pada kisah penyerbuan laskar Khubilai Khan di Kediri.

Selanjutnya, sekitar tiga abad kemudian, rombongan muhibah Admiral Cheng Ho (Zheng He) melawat ke Nusantara, berkunjung dari Pasai (Aceh), Kukang (Palembang), hingga kawasan pesisir Jawa, terutama di Cirebon, Semarang, Lasem, Tuban, dan Gresik (Tan Ta Sen, 2009).

Meski informasi kehadiran Cheng Ho di pesisir Jawa menuai perdebatan secara teori, jelas dipahami bahwa kehadiran muhibah Dinasti Ming ini menjadi bagian penting dari proses akulturasi kebudayaan hingga mencipta identitas hibrid pada warga di pesisir Jawa.

Kota-kota di kawasan pesisir Jawa juga bergumul dengan sejarah yang membentuk narasi panjang tentang perlawanan terhadap kolonialisme. Pada 1740-43, di pesisir Jawa terjadi Perang Kuning, perlawanan orang Tionghoa dan Jawa-santri yang kemudian…

Lihat pos aslinya 378 kata lagi

Iklan

Tentang gilangsuryas

ndang nuliso sak urunge nulis iku dilarang!
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s