My Mom is Former Batik Worker

Nice post

lasem's weblog

Aku masih ingat betul bagaimana ibu dengan ikhlas menerima upah yang sedikit dari pekerjaannya sebagai buruh batik. Tiap pagi sampai sore beliau berpanas-panasan dengan lilin (malam) yang dipanaskan dengan kompor kecil dengan bahan bakar minyak tanah. Waktu itu aku masih sangatlah kecil dan belum bisa mengerti dengan betul bagaimana beban hidup yang ditanggung kedua orang tuaku. Yang ku tahu waktu itu hanya menikmati masa kecilku yang tidak seberapa bisa aku ingat lagi. Tapi untuk aktivititas ibuku tercinta sebagai seorang pembatik. Ibuku cantik ketika membatik, anggun dan kelihatan begitu sabar. Dan aku sangat tertarik untuk memperhatikannya ketika membatik walaupun tidak pernah ibu mengijinkanku dekat-dekat dengannya ketika membatik, katanya takut kalau nanti aku terkena malam panas dan melukai kulitku.

Tangan ibuku kelihatan begitu letik ketika jari jemarinya memegang canting dan menggoreskan malam pada kain putih yang telah tergambari oleh pola, bagitu sangat menarik dan tidak membosankan memperhatikan beliau ketika membatik. Ketika itu…

Lihat pos aslinya 347 kata lagi

Iklan

Tentang gilangsuryas

ndang nuliso sak urunge nulis iku dilarang!
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s