MAWAR LAYU DI TENGAH HUJAN

Mentari sudah tampakkan cahyanya. Pagi-pagi Roni sudah pergi ke kantor tempatnya bekerja. Huh… Ternyata ia terjebak macet juga. Roni memandangi hiruk-pikuk penumpang di dalam bus. Kayaknya mereka sudah biasa dengan kemacetan.
“Roni?”
Sepertinya ada orang yang memanggilnya. “Maaf, Anda siapa, ya?”
“Kamu lupa, Ron? Ini aku, Ratna. Teman kamu SMA dulu.”
“Oh… Ratna yang dulu rambutnya pendek trus pake kacamata?”
Ratna hanya mengangguk pertanda iya.
“Kamu sekarang kerja di mana, Na?”
“Mmm… Yah, jadi guru TK di Jalan Dampo Raya.”
“Oh… Dekat donk dengan tempat kerjaku.”
“Emang kamu kerja di mana?”
“Itu tuh, kantor dekat pertigaan jalan Arumanis…”.
Mereka pun terus ngobrol. Yah maklum lah, kawan lama yang baru bertemu, wajar lah kalau melepas rindu.
“Lama, ya, kita tak bertemu. Semenjak kita lulus SMA dulu…”
“Iya sih. Tapi dari dulu sampai sekarang, kamu nggak berubah, ya.”
“Ya iya lah, masak aku Power Ranger.”
“Nggak gitu sih, maksud aku, kamu itu masih sama kayak dulu, tetap cantik. Malahan, tambah cantik.”
“Ah, gombal kamu, Ron…”
“Eh ya, udah sampai tuh, aku turun dulu, Na.”
“Iya, Ron, hati-hati di jalan, ya. Ntar siang ke café biasanya tempat kita nongkrong dulu, ya, aku traktir makan siang, OK.”
“OK, Na.”
Bus yang baru Roni tumpangi telah berlalu. Kini ia tiba di tempat kerja. Untung saja ia datang on time.

“Ada apa, Ron, kok kelihatannya seneng banget hari ini? Lagi fallin in love, ya?”, kata Doni. “Nggak ada apa-apa kok, tadi cuma ketemu Ratna di bus..” “O… Ratna teman kita waktu SMA dulu?” “Iya, tapi sekarang dia tambah cantik. Sekarang dia udah jadi guru TK.” “Kamu suka ya sama Ratna?” “Ah, ngaco kamu. Tapi dikit sih.” “Tuh… kan, kamu lagi fallin love.” “Hehe… Menurut kamu, aku cocok nggak sama Ratna?” “Lumayan cocok sih. Oh ya, tadi kamu ngobrol apa aja sama Ratna?” “Ya… Biasa lah, cuma sekedar melepas rindu, Don. Eh ya, ntar siang Ratna mau nraktir makan siang di café tempat kita biasa nongkrong dulu. Mau ikut nggak?” “Aku ikut donk…” “OK !”

Hari sudah siang. Roni dan Doni pun pergi bareng ke café tempat mereka nongkrong waktu dulu. “Hai Ron, eh Doni juga ikut?” “Iya, Na, itung-itung reuni gitu.” “Eh ya, kenalin ini Suami aku, Andi. Mas, ini teman aku, Roni dan Doni, mereka sahabat aku waktu SMA dulu.” “Salam kenal. Kalian sahabat Ratna waktu SMA, ya? Tadi Ratna banyak bercerita tentang kalian lho. Senang berjumpa kalian.”
Melihat kejadian itu, hati Roni seperti disayat pisau. Bagai mawar layu di tengah hujan. Pupus sudah harapan Roni untuk merajut kasih dengan Ratna…..

(oleh : Gilang Surya)

Iklan

Tentang gilangsuryas

ndang nuliso sak urunge nulis iku dilarang!
Pos ini dipublikasikan di Cerpen. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s